PT Pelabuhan Samudera Palaran (PSP) telah meluncurkan Program SmartPort, sebuah inovasi layanan berbasis digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Palaran, Samarinda.
Direktur Utama PT Pelabuhan Samudera Palaran, bapak Catur, menjelaskan bahwa peluncuran SmartPort menjadi bagian dari transformasi besar dalam sistem pelayanan pelabuhan yang selama ini masih dilakukan secara manual. “SmartPort merupakan langkah nyata kami menuju pelabuhan modern berbasis teknologi. Melalui aplikasi digital ini, pengguna jasa dapat memantau jadwal kapal, status bongkar muat, dan melakukan transaksi secara real-time,” ujar bapak Catur.
Manager Operasional PT PSP, Sonny Fauzi, menambahkan bahwa penerapan digitalisasi ini diharapkan mampu memangkas waktu layanan dan meningkatkan keamanan data pelanggan. “Dengan sistem digital, kami ingin memastikan seluruh proses pelayanan pelabuhan dapat berjalan cepat, akurat, dan transparan. Hal ini sekaligus mendukung misi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujarnya.
Transformasi digital melalui SmartPort dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan efisiensi pelayanan kepelabuhanan dan tuntutan global terhadap sistem logistik yang cepat dan terintegrasi. Program ini juga mendukung penerapan konsep Green Port dengan meminimalkan penggunaan kertas (paperless system) dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan di kawasan pelabuhan.